Welcome to my Blog

Minggu, 12 Juni 2011

Belajar Pemograman Otodidak


Cara belajar otodidak sebenarnya tidak lah sesulit apa yang dibayangkan. Asalkan ada kemauan untuk mencoba dan jangan takut salah. biasanya belajar secara otodidak akan lebih mudah diingat oleh otak kita dari pada kita belajar dengan membaca sebuah buku panduan. oleh sebab itu saya mencoba memberikan solusi untuk belajar otodidak sebagai berikut

1. Mau membaca tulisan, artikel, dokumentasi, howto, atau bantuan (Help) berbahasa Inggris
2. Membaca source code atau meniru program-program sederhana
3. Mencoba dan Mencoba
4. Mengerjakan Proyek
Demikian pengalaman saya dalam belajar program secara otodidak. Apapun bahasa pemrogramannya, tidak pernah jauh dari cara-cara diatas. Untuk cara nomor 1, menurut saya adalah hal pokok. Mengingat bahwa bahasa pemrograman tidak dibuat oleh orang Indonesia.
Mau tidak mau harus membaca tulisan-tulisan bahasa Inggris meski sampai sekarang, saya belum bisa berbicara atau menulis dalam bahasa Inggris, membaca tetap harus dipaksakan.
Ketika menemukan dokumentasi yang berisi tulisan-tulisan yang cukup panjang, bagi yang malas seperti saya, tidak perlu dibaca semua. Kalau perlu, langsung mencoba contoh source code yang ada pada dokumen tersebut. Baru kemudian, pahami maksudnya dengan merujuk kembali ke dokumen tadi.
Menjadi seorang programmer tidak bisa dalam waktu instan. Harus banyak mencoba dan mencoba. Setiap menemukan permasalahan (matematis), coba pecahkan dengan program. Atau cara yang lebih efektif menguasai bahasa pemrograman: DENGAN KETERPAKSAAN.
Paksa diri Anda untuk mengerjakan sebuah proyek beneran. Setelah beberapa kali mencoba, beranikan diri Anda untuk mengerjakan proyek. JANGAN TAKUT!
Ketika sudah mentok!
Usahakan semuanya Anda kerjakan sendiri. Membaca tutorial, mencoba program, dan mengatasi error-error yang muncul. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik.
Belajar dari kesalahan. Kan katanya, gak ada noda… gak belajar!
Namun, bila Anda seorang yang mudah menyerah, jangan berputus asa dulu. Anda bisa bertemu dengan banyak solusi.
5. Bertanya ke teman yang sudah bisa
6. Mencari di internet
7. Bertanya di milis atau forum
Cara nomor 5 adalah cara yang paling efektif. Bertanya kepada Guru atau Dosen sebenarnya lebih bagus, karena mereka lebih berpengalaman. Tapi, jika Guru atau Dosen tersebut sibuk, atau Anda malu bertanya, maka teman adalah alternatif utama. Banyak-banyaklah berteman dengan orang-orang yang “lurus…” :D
Berdasarkan pengalaman saya menjadi seorang pelajar maupun pengajar, teman (yang duduk disebelahnya, atau teman kos, atau teman sekelas) menjadi andalan.
Bagaimana jika teman “tidak mampu” mengatasi permasalahan Anda? siap-siap merogoh kocek! Beli buku, atau cari langsung di internet.
Jika Anda mencari di internet, maka teori nomor 1 akan diperlukan! Kecuali jika topik tersebut sudah banyak dikuasai oleh programmer-programmer Indonesia.
Alternatif terakhir, bertanya di milis atau forum. Menurut saya, cara seperti ini kurang efektif. Karena tidak semua orang langsung membaca email Anda. Kalaupun toH membaca, belum tentu memberikan jawaban (karena tidak tahu, atau MALAS). Jika memang Anda sudah bergabung dalam sebuah milis, sebaiknya cari terlebih dulu dalam arsip milis tersebut sebelum menanyakan permasalahan yang mungkin pernah ditanyakan oleh orang lain.
Demikian catatan kecil saya tentang belajar pemrograman. Semoga bermanfaat

Sabtu, 16 April 2011

Dampak Negatif dari Game Online !!!

Bermain Game Online itu seru/mengasyikan, saya juga termasuk penggemar Game Online tapi disini saya akan menuliskan dampak buruk secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online dan cara-cara penyembuhannya.

SECARA SOSIAL :
Hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
Pergaulan kita hanya di game on line saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata.
Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain.
Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.

SECARA PSIKIS :
Pikiran kita jadi terus menerus memikirkan game yang sedang kita mainkan. Kita jadi sulit konsentrasi terhadap studi, pekerjaan, sering bolos atau menghindari pekerjaan.
Membuat kita jadi cuek, acuh tak acuh, kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling kita.
Melakukan apa pun demi bisa bermain game, seperti berbohong, mencuri uang, dll.
Terbiasa hanya berinteraksi satu arah dengan komputer membuat kita jadi tertutup, sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.

SECARA fISIK :
Terkena paparan cahaya radiasi komputer dapat merusak saraf mata dan otak
Kesehatan jantung menurun akibat bergadang 24 jam bermain game online. Ginjal dan lambung juga terpengaruh akibat banyak duduk, kurang minum, lupa makan karena keasyikan main.

Berat badan menurun karena lupa makan, atau bisa juga bertambah karena banyak ngemil dan kurang olahraga
Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik, kesehatan tubuh menurun akibat kurang olahraga. Yang paling parah adalah dapat mengakibatkan kematian.

Cara menyembuhkan para pecandu game online.

Unsur yang paling penting adalah niat, kebulatan tekad dan kontrol diri untuk dapat terlepas dari kecanduan game online dan kembali menata kehidupan yang terganggu akibat kecanduan itu.
Setelah ada niat, kita pun perlu mengakui bahwa kita tidak berdaya melawan keingian untuk bermain dan mengakui bahwa hidup kita jadi tidak terarah dan tidak teratur akibat game online itu.
Berdoa, minta pertolongan dan kekuatan Tuhan untuk dapat lepas dari kecanduan ini.
Buatlah daftar alasan mengapa ingin menghentikan kecanduan game on-line. Kita dapat bertanya ke keluarga atau teman dekat untuk membantu kita melengkapi daftar itu. Tempelkan daftar ini di tempat yang mudah dilihat oleh kita untuk membantu menguatkan komitmen kita.
Buatlah rencana kapan kita mau berhenti sepenuhnya. Kontrol diri sangat penting dalam hal ini. Kurangi secara bertahap frekuensi bermain game online.
Tuliskan keuntungan yang dirasakan selama mengurangi dan membatasi bermain game online. Ketika kita kembali bermain tanpa mengenal batas waktu setelah kita berhasil berhenti bermain, bukan berarti rencana kita gagal. Hal itu wajar terjadi. Yang terpenting adalah kita belajar dari pengalaman kita agar hal itu tidak terjadi lagi.